Saturday, September 4, 2010

Serumpun Dua Negara

Assalamualaikum warahmatullah..

Sekarang timbul lagi konflik Malaysia-Indonesia..entah kali yang ke berapa ya. Dari zaman sebelum kemerdekaan sampailah selepas berpuluh-puluh tahun kedua negara merdeka (dua2 merdeka zahir je... tetapi pemikiran masih dijajah Barat!). Misalnya isu TKI (Tenaga Kerja Indonesia), isu pulau Sipadan, blok Ambalat, lagu Negaraku@Terang Bulan, batik, kemudian tarian pendet, tak kurang isu Manohara, dan sekarang pula paling 'panas' - isu yang tercetus di laut perbatasan dua negara. Saya kata paling 'panas' sebab sampai rakyat Indonesia mahu berperang (kononnya). Jalur gemilang kita dibakar. Kedutaan Malaysia di Jakarta diserang dan dilempar najis.... Astaghfirullahal'azim.. Semua ini pada saya gara-gara media mereka yang banyak membuat provokasi terlampau, yang memang akan membangkitkan amarah mereka yang tidak celik minda..percaya bulat-bulat apa yang disiar dan ditulis oleh segala bentuk media mereka.

Ada beberapa cerita yang berlaku dek kerana isu panas ini..Ringkasnya sahaja:

1- Saya ke kantor gubernur untuk mengurus surat izin penelitian (research). Saya memang sudah tidak memakai baju kurung sejak timbul isu ini. Malas. Dari jauh orang sudah tahu saya Malaysian. Jadi ke kantor ini pun saya pakai skirt labuh. Sampai di pejabat yang berkenaan, saya menyerahkan surat dari universiti dan proposal penelitian kepada pegawai di sana. Dia menerima dan membelek-belek proposal saya. Kemudian terus bertanya, "Kamu asal dari mana?"
"Dari Unhas, pak." Sudah tahu maksud soalan tersebut tetapi sengaja saya buat-buat tak faham.
"Tidak, maksudnya dari negara mana...aslinya apa?"
"Oh..saya dari Malaysia, pak." Ringkas je jawab. Dalam hati mula dah gugup.. 'kan kena apa-apa, aku dah la datang sini sorang-sorang.'
"Tidak, kerna namanya saya lihat kayak nama orang Malaysia..."
"Oh.." Mungkin dia sudah biasa dengan nama-nama Malaysia sebab bukanlah sedikit jumlah senior-senior kami yang dah datang ke pejabat ni atas urusan yang sama..

Bicara kami terhenti disitu. Tapi, pada masa yang sama ada seorang wanita usia pertengahan di depan meja pegawai tadi. Dia terus melihat saya selepas tahu saya Malaysian..dilihat pemakaian saya dari atas sampai bawah, lalu bertanya, "Kamu tahu isu bla2.. (apa yang dia sebutkan saya tidak tahu kerana dia menyebut singkatannya, mungkin DPI- Depertemen Perikanan Indonesia - haha, reka!)"
"Hah..? Tidak tahu, bu." Saya mematikan ayat di situ. Tahu, tapi memilih untuk cakap tak tahu untuk tidak memanjangkan perbualan yang boleh 'memanaskan' suasana yang tenang di situ.
Ibu tadi mungkin tidak puas hati dengan saya lalu menyambung, "Orang Indonesia marah sekali sama orang Malaysia.. mahu sweeping katanya.." Suaranya datar, tidak tinggi, dan nadanya pun seperti berjenaka, malah tersenyum lebar.
Saya tak tahu nak cakap apa..untung pegawai tadi tidak menambah apa-apa, dan dia hanya memberitahu bila saya boleh datang semula untuk mengambil surat izin penelitian. Urusan di situ pun selesai. Saya minta diri..cepat-cepat beredar dari situ..
Masih terngiang-ngiang kata-kata ibu tadi. Dalam hatiku 'nak sweeping kitorang.. Indonesian kat Malaysia lagi ramaiii...huh'

*****
2- Saya mahu ke central (tempat shopping, hehe) dengan kawan. Singgah sebentar di ATM Bank Niaga sebab kawan nak withdraw duit dulu. Saya tunggu di atas motor sahaja. Ada satpam (security guard) yang saya agak-agak macam kenal je..tapi takut tersalah orang, saya tidak tegur. Tapi dia yang duduk tidak terlalu jauh dari saya, telah sedar saya merenungnya dari tadi, lalu mendekati saya dan menyapa dulu, "Kenapaki, panas ya?" Sebab saya menutup muka dengan cermin helmet.
"Iye..panas sekali pak. Eh, bukan bapak bertugas di Karebosi kah?" Saya mengambil peluang untuk memastikan di mana sebenarnya saya pernah melihat bapak ini.
"Iye', di Karebosi, tapi sekarang di sini sebentar.. orang atasan mahunya saya di sini.. Kerna lagi 'panas' kan suasana sekarang..Mereka mahu saya menjaga sekitar sini."
Saya mengerti maksud 'panas' itu. Tidak lain tidak bukan mengenai isu konflik terkini dua negara itulah.
"Oooo..." Saya tak tahu nak cakap apa.
"Iya..katanya mahu ada demo di sini."
"Hah, iyakah pak? Mahu demo?"
"Iya..katanya sih. Kamu di kampus, baik-baik ji? Tidak ada senior-senior atau doktor yang 'begitu-begitu'?"
"Saya sudah koas (clinical year), pak. Tidak ada ji yang 'begitu-begitu'.. Baik-baik ji setakat ini, pak. Ada ji dokter yang mengerti, dia bilang, 'kalian datang ke sini kan mahu belajar, yang masalahnya itukan antara pemerintah..' "
"Oohh..iya, untuk belajar ji. Tapi kenapa harus ada masalah kayak ini ya..?"
"Itulah pak, seharusnya tidak begini.. Bila begini, Inggris (Barat) saja yang ketawa.. mereka kan suka lihat kita berpecah, toh." Saya tidak tahu mahu merespon apa, sebab waktu itu saya tidak tahu lagi kisah sebenarnya, full-story nya isu 'panas' tersebut.
"Iya, betul itu! Inggris yang ketawa.. seharusnya kita bersatu......"
Tidak sempat pakcik itu menghabiskan bicara, kawan saya datang, sudah selesai draw duit di ATM.
Saya juga tidak mahu lama di situ sebab cuaca memang tengah panas terik, saya meminta diri. Dia juga memahami, dan mengucapkan selamat jalan..

Kami menyambung perjalanan. Sudah mahu sampai di tempat tujuan, tiba-tiba kami dengar bunyi bising motor yang banyak...dalam hati, 'Adakah ini demo yang dikatakan bapak tadi?' . Kemudian sebuah lori kecil sarat membawa pemuda-pemuda yang membawa sepanduk..tidak sempat pula saya baca kerana ia bergerak. Pemuda-pemuda itu melaungkan sesuatu, telinga kami tidak dapat menangkap jelas apa yang dilaungkan..yang sempat kami tangkap cuma "Malaysia biadappp!!!" Kami berpaling melihat satu sama lain. Bukan kehairanan. Tapi ketakutan. Baru sebentar tadi bapak itu menyebut pasal demo, seperti sepantas kilat, terus terjadi di depan mata. Lega kami tidak memakai baju kurung hari itu.

dan betul, saya baru tahu! baca ni:
http://www.facebook.com/notes/ayunie-halim/pelajar-malaysia-di-macassar-perlu-berwaspada/146737308692398

***
3. Ada satu lagi kisah yang terjadi sewaktu saya bertugas di Poliklinik Unhas. Baru kemarin ceritanya. Tapi saya tidak mahu menceritakan dengan lebar sebab saya tak berapa dengar perbualan yang terjadi tetapi yang saya sempat dengar ialah, "soalnya di negara mereka (Malaysia) juga banyak orang kita."

***
4. Itu yang terjadi di realiti. Di 'alam maya' web Facebook pula tidak kurang 'panas'nya. Ada beberapa kenalan Indonesia yang memang semangat Nasionalisme nya tinggi, meng-update status mengenai konflik ini.. saya tidak terasa kalau mereka itu agak jauh dengan saya. Tapi mereka itu ada antaranya kawan clinical year saya, yang mana mungkin selepas ini akan ada kami selisih posting di department yang sama. Jadi, tidak enaklah suasana (bagi saya la) kalau dia sudah memandang serong dan mempunyai perasaan 'anti-Malaysia' itu. Tidak percaya dia yang kami kenal seorang yang 'celik minda' rupanya telah termakan provokasi media mereka dan menjadilah seperti orang-orang kolot yang lain...

*******************************************
Apapun, walaupun saya sendiri agak 'bengang' dengan situasi yang tegang di kalangan mereka yang kolot bersentimen anti-Malaysia itu, jauh di sudut hati saya, saya tetap mahu melihat dua negara serumpun ini, dan negara-negara Islam lain, bersatu... Bersatu seperti sebelum tahun 1924.. tahun kejatuhan Sistem khilafah Islamiyyah, sistem pemerintahan Islam. Selepas 1924, terbentuk negara-negara bangsa seperti sekarang.. Indonesia, Malaysia, Iraq, Iran, India, Pakistan, etc... dan Barat membawa fahaman Nasionalisme kepada dunia..

Video ini sungguh menarik dan membuka mata tentang sejarah yang tidak dipelajari waktu sekolah dulu... Ini sejarah dunia, sejarah kita!

http://www.youtube.com/watch?v=YRP7nhRYYiM


*******************

Dan saya nak share artikel ini, yang di dapat dari facebook..

*********************************************

Nasionalisme Perpecahan Umat Islam (Tanggapan Isu Konflik Indonesia - Malaysia)

Indonesia dan Malaysia adalah negara serumpun yang mempunyai banyak persamaan, sama-sama suku Melayu, sama-sama berbahasa Melayu, sama-sama mayoritas Islam, bahkan beberapa Pulau berbagi diantara dua negara. Perpecahan kedua bangsa terjadi karena ulah penjajah kafir Barat, Indonesia dijajah oleh Belanda dan Malaysia dijajah oleh Inggris. Sehingga disaat merdeka kedua bangsa membentuk negara masing-masing, meskipun banyak persamaan yang bisa menyatukan mereka dalam satu negara. Artinya, pemisahan kedua negara terjadi karena rasa nasionalisme yang memang telah diagendakan oleh penjajah kafir Barat.

Nasionalisme adalah ide bathil yang merupakan strategi Barat untuk melemahkan kekuatan Islam. Sehingga meskipun mereka mempunyai aqidah yang sama yakni Islam, tetapi perasaan bersaudara diantara sesama muslim menjadi pudar. Fakta minimnya rasa solidaritas sesama muslim, dapat disaksikan dari kurang pedulinya kaum muslimin dunia terhadap penjajahan dan pembunuhan oleh bangsa kafir terhadap kaum muslimin di Palestina, Afghanistan, Iraq, Moro-Philipina, Pattani-Thailand, Ambon-Indonesia, Uzbekistan, Chechnya, dll. Padahal konsep Islam: ”Innamal mu’minuuna ikhwah”, sesama mukmin bersaudara.

DR. Syafiq A. Mughni dalam “Sejarah kebudayaan Islam di Turki” menyatakan bahwa pada dasarnya bangsa Arab mempunyai ikatan nasionalisme yang kuat, kemudian datang Islam yang membawa konsep “ummah” yang mengesampingkan ikatan nasionalisme dan menyatukan dalam ikatan aqidah, Islam juga tidak mengenal batas wilayah.

Sayyid Quthb dalam ”Fiqih Dakwah” juga menjelaskan bahwa perjuangan Rasulullah saw tidak membawa-bawa nasionalisme. Rasulullah saw bisa saja menggunakan rasa Nasionalisme Arab dalam menyatukan penduduk Makkah, karena adanya ancaman 2 super power Rumawi dan Persia. Setelah penduduk Makkah bersatu (kaum musyrik Quraisy dan muslimin) maka Rasulullah saw mempunyai kesempatan luas untuk berda’wah dikalangan Quraisy, tetapi Rasulullah saw tidak melakukannya.

Rasulullah sangat membenci nasionalisme seperti ini, beliau memarahi sahabat yang menghina sahabat lain karena kebangsaannya, warna kulitnya atau sukunya. Beliau tidak membedakan Abu Bakar dan Umar yang Arab, Salman yang Persia, Shuhail yang Rumawi, Bilal yang negro (Habasyah Afrika), semuanya sama dihadapan Rasulullah saw. Islam hanya mengenal satu ikatan, yaitu Aqidah Islam. Hanya ikatan aqidah ini yang abadi, nasionalisme akan luntur ikatannya saat tidak ada lagi ancaman dari luar.

Bukan dari golongan kami orang-orang yang menyeru kepada ‘ashabiyyah (nasionalisme/sukuisme), orang yang berperang karena ‘ashabiyyah, serta orang yang mati karena ‘ashabiyyah (HR Abu Dawud).

Walhasil, seharusnya sesama muslim merasakan penderitaan muslim lain, apapun kebangsaan dan sukunya. Apalagi sesama muslim tidak boleh saling berperang, karena ketika dua orang muslim saling membunuh maka pembunuh dan yang dibunuh keduanya masuk neraka.

Apabila dua muslim berhadap-hadapan dengan senjata, maka pembunuh dan yang dibunuh keduanya di neraka. Aku (Abu Bakrah) berkata; ‘Wahai Rasulullah kalau yang membunuh itu sudah jelas berdosa, tapi bagaimana dengan yang dibunuh’. Beliau bersabda; ‘Iapun berdosa, karena telah bermaksud membunuh saudaranya’ (HR Muslim).

Seharusnya sesama muslim bersaudara dan menyatu dalam satu aqidah Islam, bahkan negeri-negeri kaum muslimin diseluruh dunia-pun seharusnya bersatu dalam satu pemerintahan Islam yakni Khilafah Islamiyah. Yakni sistem Islam yang telah diterapkan pertama kali di Madinah oleh Rasulullah saw, sistem Islam ini kemudian dilanjutkan oleh para sahabat utama (Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali) yakni Khulafaurrasyidin, kemudian dilanjutkan oleh para Khalifah dari Bani Umayah, Abassiyah (Iraq dan Mesir) dan terakhir Utsmaniyah di Turki. Kekhilafahan terakhir dihancurkan oleh Inggris melalui tangan seorang Yahudi Kemal Attaturk pada tahun 1924.

Telah lebih 80 tahun kaum muslimin tidak mempunyai satu kepemimpinan (Khilafah Islamiyah), sehingga kaum muslimin mudah dipecah-belah, dihina-dinakan, didzalimi, dikuras kekayaan alamnya, bahkan dibunuh tanpa mempunyai cukup kekuatan untuk melawan kafir penjajah. Kaum muslimin lemah karena bercerai-berai dalam banyak negara, bahkan sesama muslim sendiri bertengkar seperti kasus blok Ambalat antara Indonesia-Malaysia. Saatnya kaum muslimin menyadari bahwa perlunya bersatu dalam Khilafah Islamiyah dan diterapkannya hukum-hukum Allah swt dalam pemerintahannya, sehingga Allah swt melimpahkan rahmat-Nya dan kita selamat dunia-akhirat.

Jikalau sekiranya penduduk negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya (Al-A’raf: 96).

Persatuan Ummat Islam atau Persatuan Bangsa (Nasionalisme)

Ketika Allah berbicara mengenai persatuan di dalam Al-Qur’an jelas bahwa yang dikehendaki ialah muncunya suatu kesatuan berdasarkan ikatan yang jelas dan hakiki. Allah tidak pernah menyuruh manusia untuk menjadikan hal-hal primordial sebagai sebab atau ikatan jalinan yang menumbuhkan persatuan antar manusia. Allah memang menyebutkan bahwa manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, namun Allah tidak pernah menyuruh kita untuk menjadikan faktor suku atau bangsa sebagai faktor perekat. Eksistensi suku dan bangsa yang beraneka ragam di tengah pergaulan antar manusia merupakan sebuah fakta yang tak terelakkan, tetapi bukan berarti persatuan berdasarkan kesamaan suku atau bangsa merupakan persatuan yang dianjurkan apalagi diperintahkan oleh Allah maupun RasulNya.

Malah sebaliknya kita temukan sebuah hadits yang mencela persatuan sekedar berdasarkan fanatisme golongan, baik itu golongan berdasarkan kesamaan bangsa, suku atau warna kulit.

“Tidaklah termasuk golongan kami barangsiapa yang menyeru kepada ashobiyyah (fanatisme golongan). Dan tidaklah termasuk golongan kami barangsiapa yang berperang atas dasar ashobiyyah (fanatisme golongan). Dan tidaklah termasuk golongan kami barangsiapa yang terbunuh atas nama ashobiyyah (fanatisme golongan).” (HR Abu Dawud 4456)

Islam mengajarkan ummatnya untuk menjadikan tali Allah sebagai faktor perekat antara satu sama lain sesama orang-orang beriman. Yang dimaksud dengan tali Allah ialah nilai-nilai yang bersumber dari ajaran sempurna Al-Islam. Islamic values merupakan satu-satunya sebab orang-orang beriman pantas dan layak bersatu dan berjamaah. Percuma kita meneriakkan slogan persatuan ummat Islam bilamana kita menyuruh mereka untuk mengikatkan diri kepada tali selain tali Allah alias ajaran Islam. Allah bahkan mengancam bahwa kondisi tercerai-berai pasti akan muncul bilamana kita berpegang kepada selain tali Allah.

”Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai...” (QS Ali Imran ayat 103)

Allah mengancam bahwa segala bentuk persahabatan, persekutuan, koalisi, pertemanan, perkoncoan, aliansi, kemitraan akan berakibat kepada saling bermusuhan kelak di hari berbangkit, kecuali bila menjalin persahabatan yang berlandaskan taqwa kepada Allah semata. Mereka yang menjalin hubungan semata berlandaskan taqwa kepada Allah akan akrab di dunia dan tetap akrab di akhirat.

”Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS Az-Zukhruf ayat 67)

Persahabatan yang berlandaskan taqwa kepada Allah seringkali disebut sebagai Al-Ukhuwwatu Fillah (Persaudaraan dalam/karena Allah). Mengapa? Karena mereka yang bersaudara karena Allah adalah orang-orang yang sadar bahwa sesungguhnya Allah-lah sebab bersatu yang hakiki dan abadi.

”dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS Al-Anfal ayat 63)

Orang-orang yang bersatu bukan berdasarkan tali Allah akan bersatu sebatas masih tersedianya ”kekayaan” yang mempersatukan mereka. Kekayaan merupakan simbol dari ”kepentingan duniawi” yang sifatnya sementara bahkan sesaat. Begitu kepentingan tersebut telah menghilang, maka mereka akan segera tercerai berai dan hilang kesatuannya. Bahkan tidak kadang perpecahan serta permusuhan akan segera tampak selagi masih di dunia tanpa menunggu datangnya hari berbangkit.

Sedangkan orang-orang beriman tidak pernah tertipu. Mereka sangat faham dan sadar bahwa segala kepentingan dunia sifatnya adalah kesenangan sementara dan menipu. Maka mereka tidak akan mau menjalin bentuk persatuan, perkoncoan, pertemanan, aliansi, koalisi atau apapun namanya kecuali bila jelas bahwa yang jadi sebab dan landasan bersatu adalah Allah semata. Sebab Allah adalah Dzat Yang Maha Hidup. Jika kita menyatukan diri satu sama lain hanya karena Allah, maka kita akan merasakan keakraban yang melampaui batas-batas ruang dan waktu, sebab sampai kapanpun dan dimanapun Allah tetap hadir dan mendampingi mereka yang bersatu karena Allah. Sekalipun sudah sama-sama meninggal dunia, namun kelak ketika dibangkitkan di hadapan Allah mereka yang saling bercinta, bersaudara serta bersatu hanya karena Allah akan mendapati Allah sebagai Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang di hari tersebut. Mereka tidak akan memiliki rasa takut, khawatir dan resah saat semua orang lainnya dalam keresahan dan ketakutan di hari Kiamat. Bahkan Allah akan menjadikan mereka sebagai orang-orang istimewa yang dibanggakan dan dilimpahkan cahayaNya. Sedemikian istimewanya kedudukan mereka sehingga menimbulkan kecemburuan dari para Nabi dan para Syuhada.

“Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah terdapat mereka yang bukan para Nabi maupun para Syuhada, namun para Nabi dan para Syuhada cemburu dengan mereka di hari kiamat karena kedudukan mereka di sisi Allah.” Sahabat bertanya:

“Ya Rasulullah, kabarkanlah kepada kami, siapakah mereka?

“Beliau bersabda: ”Mereka adalah kaum yang saling mencinta dengan ruh Allah, mereka tidak diikat oleh hubungan keluarga di antara mereka maupun harta yang mereka kejar. Maka, demi Allah, sungguh wajah mereka bercahaya, dan mereka di atas cahaya. Mereka tidak takut saat manusia ketakutan. Dan mereka tidak bersedih saat manusia bersedih.” Lalu beliau membacakan ayat: ”Ketahuilah, sesungguhnya wali-wali Allah tidak merasa takut dan tidak bersedih hati.” (HR Abu Dawud 3060)

Saudaraku, sudah tiba masanya bagi ummat Islam, dimanapun dan kapanpun, untuk menyadari hal fundamental ini. Kita selama ini telah tertipu bila menyangka masih ada ideologi lain yang mampu mempersatukan manusia. Apapun nama ideologi tersebut. Oleh karenanya, marilah kita kembali meneladani sunnah Rasulullah Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam dalam segala hal, termasuk dalam hal menjalin ikatan persahabatan dan mewujudkan persatuan.

Ideologi Nasionalisme itulah yang sempit dan primordial. Kenapa? Karena ia hanya sibuk dengan satu bangsa saja dan mengabaikan bangsa-bangsa lainnya. Itupun masih kita pertanyakan ketulusan dan kesungguhannya memperhatikan nasib bangsa tersebut. Sedangkan Islam datang justeru untuk mempersaudarakan ummat manusia dari aneka latar belakang suku dan bangsa.

Lihatlah sejarah, bagaimana Islam telah mempersaudarakan sahabat Umar bin Khattab dari bangsa Arab, Salman Al-Farisi dari Persia, Shuhaib Ar-Rumi dari bangsa Romawi dan Bilal bin Rabah dari Ethiopia. Jika hari ini kita lihat bahwa persatuan ummat Islam sedang tidak tampak, barangkali suatu pertanyaan mendasar perlu diajukan. Benarkah ummat Islam dewasa ini secara jujur telah menjadikan tali Allah saja sebagai perekat untuk mewujudkan persaudaraan dan persatuan di antara mereka satu sama lain? Wallahua’lam bish-showwaab.

Ya Allah, sungguh Engkau tahu bahwa hati-hati kami telah berhimpun dalam cinta kepadaMu, bertemu dalam taat padaMu, bersatu dalam da’wah menyeruMu, saling berjanji untuk menolong Syari’atMu, maka kokohkanlah -ya Allah- ikatannya, kekalkanlah kasih-sayang di antaranya, tunjukilah jalan-jalannya, penuhilah dengan cahayaMu yang takkan pernah padam, lapangkanlah dada-dadanya dengan keutamaan iman kepadaMu, keindahan tawakkal padaMu, hidupkanlah dengan Ma’rifah akan Engkau dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalanMu. Sesungguhnya Engkau-lah sebaik-baik Pemimpin dan sebaik-baik Penolong. Sholawat dan salam atas Rasulullah Muhammad. Amin ya Rabb.

Masihkah kita mempertahankan nasionalisme, yang memecah belah kita, sementara kaum kuffar telah menumpahkan darah saudara kita di muka bumi ini. Lihatlah keadaan kaum muslim Palestina, di Iraq, dan dinegeri muslim lainnya, siapa yang berani membela mereka. Sementara kita sibuk ingin bereperang dengan saudara kita sendiri ????

**************************************

Semoga aman damai dua negara ini, dan Palestin juga, serta negara-negara Islam yang lain.. Dan semoga Allah memberi saya dan kita semua kesempatan untuk merasai hidup di zaman sistem khilafah itu... insyaAllah..ameen!




Friday, September 3, 2010

Catatan sendiri:: Selayaknya Diuji.. [1]

Assalamualaikum warahmatullah,

Alhamdulillah, sekarang dah masuk 5th year sejak 12 July 2010 lalu. Final year, years of tests and tears.. Department pertama yang saya pilih adalah Public Health, bahasa Indonesia nya Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM- sebut: e, ka, em). Jumlah posting di sini adalah selama 11 minggu. Saya pilih department ini sebagai department pertama saya untuk tahun akhir ni sebab pertamanya, sebahagian besar posting ini akan saya lalui pada bulan puasa. Saya mau menjalani ibadah puasa dan tarawikh seperti orang biasa, tidak mahu oncall... dan alasan keduanya, sebab department ini termasuk dalam department yang besar sebab postingnya selama lebih kurang 2 bulan..(paling sekejap posting ialah 4 minggu sahaja), jadi sebab terlalu lama di sini, saya tak nak otak saya beku dengan ilmu-ilmu medik kalau saya ambil department ini dihujung-hujung.. Orang lain mungkin tidak. Tapi saya cepat lupa.. jadi sayang kalau dah masuk department yang posting kat ward, pastu baru ambil department Public Health yang lama ni, takut saya mudah lupa yang dah belajar sebelum2 tu.. haish

Alkisahnya di setiap department itu ada dugaannya masing-masing. Department ini, satu-satunya department yang semua koass akan cakap santai je... duduk-duduk.. menunggu yang tak pasti...etc. Saya dah lalui semua itu.. ok, saya boleh laluinya, senang je. Tapi, entah kenapa malang (ish tak baik cakap macamni) rasanya bila dari awal masuk, dari 1st week sampailah sekarang (belum habis lagi, now 8th week) rasanya tidak putus-putus diuji dengan dugaan.. Orang kata santai, tapi saya sempat laa balik Malaysia 1 minggu.. walaupun ada alasan lain iaitu untuk renew passport, tapi antara sebab lainnya ialah sebab rasa dah tak tahan..stress.. mungkin juga sebab tak pernah cuti selama clinical 4th year.

*--------------------*----------------------*------------------------
Ini semua catatan-catatan untuk diri sendiri, bila dah keluar Public Health aka IKM ini, saya boleh recall balik 'kenangan' dugaan saya dapat dalam IKM ni.. "ternyata aku boleh laluinya...". Motivation sendiri..hehe.

Minggu 1 (1st week) - Saya terkejut bila melihat kawan-kawan yang masuk sama minggu dengan saya cuma 3 orang dari Unhas, 2 orang dari UMI. Yang 3 orang dari Unhas ni masing-masing batch '04, 05, '06 (saya). Dari Unhas cuma '04 sahaja lelaki. Yang dari UMI pula keduanya lelaki, dari batch 03 dan 04. Saya dah tak sedap hati, "macam nak ada masalah je nanti group minggu aku ni.." sebabnya, biarlah rahsia..hehe.

Tugas orang2 minggu 1 ni: kena pegang kunci ruangan (which means si pemegang tu kena la datang awal untuk buka pintu), dan wajib rotate sesama mereka untuk menjadi moderator/MC, timer, orang yang bertanya soalan kepada kawan-kawan minggu lebih senior yang membentangkan proposal research, hasilnya, dan juga waktu mereka exam pun kita mesti ikut, sebab salah sorang minggu 1 ni kena catat soalan2 examiner dalam buku khas 'soal-soal ujian'. huhu. Boleh kalau tak nak ikut, tapi sebab kena tanda tangan di log book untuk kegiatan setiap hari.. termasuk ada juga tanda tangan doktor untuk 'jawatan' yang kita terima hari tu, eg jadi MC ke, timer ke, yang bertanya ke...

Dugaan (tak seberapa pun sebenarnya): memandangkan saya yang paling muda (batch 06), sayalah yang sering menjadi mangsa untuk menjadi pemegang kunci.. haish. Masalahnya kalau ada aktiviti dalam tu takpe la, ni..yang pegang kunci kena datang pukul 8 pagi, tapi aktiviti IKM ni start paling awal pun pukul 10 pagi. Bayangkan betapa seksanya menunggu dari pukul 8.. itupun kalau ada aktiviti (eg ada pembacaan ke, orang exam ke). Kalau takde apa-apa, so duduk je lah sampai petang! Pukul 4. Buatlah aktiviti sendirian berhad.

Dugaan lain, yang ni agak menguji ketahanan emosi : Giliran menjadi moderator/MC, timer, pencatat soalan, etc. Aktiviti sepanjang minggu tu walaupun tak padat tapi agak padat la jugak bagi kami sebab jumlah kami yang sedikit ni.. So rotate punya rotate, tinggal saya je yang belum jadi moderator, untuk apa-apa aktiviti; exam, mahupun pembacaan proposal atau hasil. Alkisahnya satu hari tu, saya dipaksa.. dah la semua tu 'senior (walaupun yang batch 05 tu lebih muda dari aku..ish), jadi nak taknak, terpaksa la jadi moderator. Masa tu, moderator exam. Saya bukan tak nak sebab apa, tapi sebab utamanya ialah tak reti sangat nak cakap bahasa indonesia untuk sesuatu yang formal. Maksudnya tak tahu format ucapannya macam mana.. apa je yang kena sebut untuk jadi emcee orang exam ni...
Masa tu semuanya sepantas kilat..masing-masing tolak-menolak untuk jadi moderator dan akhirnya saya sudah duduk di kerusi moderator. Gugup sebab tiba-tiba blank. "Apa aku nak cakap bahasa Indo ni..apa formatnya?? Apa je kena cakap ni??..aduii"..
Selepas memberi salam semua, saya mahu menyebut nama orang yang nak exam tu dan tajuk research dia, tapi saya tak tahu...baru nak mengintai2 skripsinya di depan saya. Tak ready, sebab tak tahu kena jadi MC. Tiba-tiba saja orang paksa. Semua mata memandang kekakuan saya. "Dipersilahkan kandidat....err....err..." sambil mata menjeling2 skripsi yang ada namanya.. Belum sempat sebut nama yang nak exam tu, doktor yang menjadi examiner tu, lelaki, mengherdik saya: "Sebut namanya siapa! Apa judulnya! Massa jadi moderator tidak tahu!!" Saya dan hadirin yang lain terkejut yang amattt! Yang nak exam pun turut kena, "Kamu juga, sudah tahu mahu ujian tapi tidak siapkan siapa Moderatormu. Kasi tau awal-awal ke dia, apa judulmu.. Jangan hanya gara-gara dia (doktor berpaling ke aku, maksudnya akulah si 'dia' tu!), saya batalkan ujian kamu!..bla2". Saya tersentak. 'Ya Allah, aku jadi punca orang ni tak jadi exam. Aku punca doktor nak cancel kan ujian mereka. Allah, teruk sangat ke apa aku buat..'. Rasa nak menangis kat situ jugak. Depan-depan orang. Tapi nasib baik masih dapat tahan daripada menitis.. Saya memandang orang aka kawan-kawan yang menolak dan memaksa saya untuk menjadi moderator ujian. 'Ni semua salah korang sebab paksa aku. Aku dah kata dah aku tak nak jadi moderator. Aku tak tahu nak cakap apa!'. Saya tidak tahu dalam hati mereka ada rasa bersalah atau tidak..yang pasti, waktu itu saya hanya mampu berdoa semoga doktor tidak membatalkan ujian.
Setelah beberapa minit suasana sepi, doktor menanyakan soalan pertama kepada calon ujian tadi. Dalam hati aku 'Alhamdulillah ya Allah!'. Doktor tak jadi cancelkan ujian. Kalau tak... sah2 aku kena kutuk sebab menyusahkan hidupnya. Allah...hanya Dia yang tahu perasaan aku hari tu.


Minggu 2- Adalah minggu 'kesehatan dan keselamatan kerja (K3)'. Hari isnin minggu 2 semua harus melapor diri ke Dr.Sultan, specialist dalam bidang 'Occupational & Safety Works' ni. Semua kami hadir kecuali yang Unhas batch '04. Sudah tahu dr.Sultan itu orangnya tegas dan punctual, boleh pulak tak datang. Ye lah, mungkin memang ada halangan. Kerana kami semua tidak tahu alasannya kenapa dia tidak datang, jadi doktor terus cakap, "Penyakitnya koass...diare (diarrhoea), demam, sakit kepala, itu-itu saja.. Kasi tau dia, tidak usah masuk minggu ini. Minggu depan baru dia minggu 2." Kami semua tergamam. Itu keputusan muktamad doktor. Apa boleh buat. Doktor terus menghubungi kerani di kampus IKM untuk menghapus nama senior 04 itu dalam minggu kami. Dia kena tuming seminggu (extend seminggu). Bermakna, kami tinggal berempat.
Hari ini juga semua yang melapor akan di respon (tanya) oleh dr.Sultan mengenai K3 ini. Kami boleh menjawab soalan yang ditanya dengan melihat catatan, notes, handouts ke apa ke... asalkan jangan reka jawapan. Daripada reka, baik jawab "tidak tahu doc".
Alkisahnya hari ini, kami tidak dapat menjawab dengan tepat soalan-soalan yang ditanya. Ya lah,doktor nak jawapan dari slide yang dia ajar, sedangkan kami ambil notes dari bahan entah dari mana...internet mungkin.
Walaupun tidak tepat tapi hampir betul la jawapan saya dan kawan yang dari Unhas ini. Tapi yang dari UMI pulak la hai...semua pun salah, dan banyak yang tak boleh jawab. Doktor kata, "Kalian baca dulu. Sore (petang) nanti kita ketemu." Usai itu kami terus mengumpul bahan-bahan. Dan seawal jam 2 kami sudah menunggu doktor di luar pejabatnya. Duduk punya duduk. Tunggu punya tunggu sambil mulut duk menghafal jawapan yang agak-agak akan ditanya...tapi bayang doktor tak nampak. Kami sepakat, untuk tunggu sampai jam 4. Sebab kata kawan-kawan sebelum ni, petang-petang doktor ada di tempat prakteknya (klinik dia). Kami tidaklah pula masuk ke dalam pejabatnya untuk tanya assistantnya pasal doktor.. Dan kami tidak juga terfikir untuk pergi ke prakteknya... Jam 350, kami pulang..

Esoknya, hari Selasa.. majoriti antara kami terlambat datang. Saya sendiri hampir jam 830am. Saya orang yang ke-2 datang. Yang paling lambat datang, UMI, pukul 9.05am. Waktu saya datang, saya panik dan kaget sebab doktor dah datang! Tak tahu lah doktor datang pukul berapa.. tapi yang pasti, sepatutnya kami tak boleh datang lebih lambat dari doktor! Sebelum dia masuk ke pejabatnya, kami sepatutnya sudah ada duduk menunggunya di depan pintu pejabatnya. Saya sudah seram sejuk, sebab katanya teman semingguku, ada yang pernah dituming gara-gara datang lambat. Kami pula, bukan bermaksud nak datang lambat, cuma sebab semalan,hari isnin, doktor datang nak dekat pukul 10am, jadi hari ni pun kami bajet macam tu lah. Ternyata salah! Dan yang menjadi masalah pula, seorang lagi tak datang lagi!! Pelajar UMI '03. Yang kami dari Unhas ni nak masuk melapor dah, sebab dah lambat, tapi UMI '04 yang dah datang ni nak suruh tunggu senior dia. Takut katanya kalau tinggal seniornya. (Indonesia biasalah....memang sangat mengutamakan seniority mereka... tak laratttt!). Saya dengan beraninya kata, "OK, kita tunggu sampai paling lambat jam 9.15 (masa tu jam nak dekat pukul 9)..kalau dia tidak datang juga, kita masuk duluan." Alhamdulillah..orangnya sampai sebelum pukul 9.15am. Semua dah datang, kami pun masuk pejabatnya.

Kami berdiri di dekat mejanya doktor. Agak lama, hampir 10 menit kami berdiri tanpa di sapa walau sepatah pun oleh doktor. Kami meneka-neka sendiri, bahawa doktor marah. Doktor yang kami kenal, dia tidak suka menegur kalau marah, tapi dia secara sinis, melalui tindakan sahaja dia 'memberitahu'. Saya takut. Takut kena marah, dan kena tuming. Kemudian doktor bersuara, "Kemarin kalian tidak datang ya?". Kami ternganga. Seorang antara kami bersuara, "Err...maaf doc..kami datang doc, kami tunggu diluar sampai jam 4..Kami liat doktor tidak ada, jadi kami pulang jam 4 doc..".
Doktor terus bertanya kepada kerani assistantnya, "Kamu sampai jam berapa kemarin?"
"Sampai jam 6 sore saya di sini kemarin." Jawab assistantnya sambil melihat kami.

(to be continued...)

Saturday, August 21, 2010

Denyut Kasih Medik~

Assalamualaikum w.b.t,

Saya nak berkongsi pengalaman membaca novel ni .. saya bukanlah seorang yang suka membaca novel, ambil masa yang agak lama juga untuk habiskan sesebuah novel, malah ada yang tak habis-habis lagi sampai sekarang, tapi kalau novel itu tepat dengan selera, baca sampai habis tu dah jadi 'wajib'.. dan bila dah habis, rasa nak share jugak dengan orang lain.. sebab pada saya, sangat rugi kalau tak baca... sounds like exaggerating, but trust me that it's really worth reading. Thank you to Dini sebab sudi bagi pinjam beberapa hari... rasanya tak cukup baca buku orang punya je, sebab buku ni best sangat so I have to have one.

Oleh Dr.Farhan Hadi

  • Denyut kasih medik merupakan sebuah kisah perjuangan seorang doktor muda mengaplikasikan syariat di hospital ketika bergelar doktor pelatih (houseman) . Ia juga kisah masyarakat kerana menyentuh isu - isu perubatan dalam kehidupan masyarakat. Bukan itu sahaja, ia kisah seorang pemuda yang hidupnya sarat impian dan cita -cita. Lebih menarik, ia bukan hanya menyentuh fiqh perubatan bahkan turut menyelitkan fiqh wanita dan fiqh cinta. Berjayakah misi seorang doktor muda dalam memperjuangkan syariat di hospital ketika bergelar doktor pelatih?

Novel ini pada pengamatan saya amat sesuai kepada semua golongan dan semua pengajian, tetapi lebih diamati jika dibaca oleh bakal - bakal doktor Muslim. Terutamanya pelajar perubatan yang dah masuk Clinical Year, sebab dah ada sedikit sebanyak gambaran untuk kerja dan dah tak lama nak masuk alam Houseman (HO). Novel yang menggabungkan fiqh perubatan, fiqh wanita dan fiqh cinta. Malah, hukum faraied (pembahagian harta pusaka), nasab nama anak angkat, pun ada disebutkan. Menarik dan mantap,kan?

Pandangan peribadi saya mengatakan buku ini sesuai dibaca oleh sesiapa, bukan sahaja yang dari golongan 'medik', atau ada latar belakang keluarga dan sebagainya kerana ia menyentuh dunia realiti masyarakat kita sendiri, contohnya remaja merempit, keluar malam, arak, dadah, hal-hal rumah tangga seperti suami jahat isteri jahil, abortion, kepercayaan karut dan banyak lagi tak tersebutkan di sini... dan sesuai judulnya 'Denyut Kasih Medik', antara isu yang dibangkitkan seperti mercy killing (euthanasia), solat masa operasi pembedahan, khatan perempuan, bab-bab O&G (air selusuh, perancangan kehamilan, etc), colostomy, dan banyak lagi tak tesebutkan.. Fiqh wanita disebutkan tentang urusan nikah walimah seperti isu mengenai mahar dan hantaran, majlis kenduri dan sebagainya. Bab-bab rumah tangga juga ada disebutkan, seperti suami mendidik isteri dan ibubapa mendidik anak-anak dengan ajaran agama yang sepatutnya.

Tak dapat lah nak disebutkan satu per satu sebab banyak juga isu diutarakan, yang mana memang terjadinya pun dalam masyarakat kita. Tak lupa isu umat Islam di Palestin pun dibangkitkan juga. Penulis berjaya menjentik perasaan kita dengan teknik penceritaannya sendiri beserta fakta mengenai kepentingan memboikot sebarang bentuk perniagaan yang menyumbang kepada ekonomi Zionis Yahudi. Novel ni taklah tebal sangat, tapi isinya padat dan menarik sebab disertakan langsung bukti dan dalil dari setiap hujahnya. Setiap halamannya pasti ada mesej yang hendak disampaikan. Memang besttt!

Saya merasakan perlunya seorang individu Muslim itu mengetahui sedikit sebanyak ilmu medik ini dan fiqh - fiqh yang berkaitan dengannya. Bagi bakal doktor, supaya kita tidak membuat keputusan yang salah kepada pesakit-pesakit kita, halal haram ubat-ubatan yang kita beri kepada mereka, tindakan perubatan yang kita ambil sesuai syariat atau tidak... tidak kurang bagi diri doktor itu sendiri untuk urusan solatnya misalnya dan juga hal-hal lain, serta bagi masyarakt am yang sekurang-kurangnya tidak tertipu apabila berurusan kelak.

Dunia hari ini menunjukkan kita kekurangan doktor, dikatakan nisbah doktor kepada pesakit ialah 1:1145, namun itu tidaklah terbahagi pula kepada doktor Muslim, Melayu, Cina,India dan bangsa lain. Eh, kenapa ya saya membezakan antara doktor Muslim dan Melayu? Kerana, pada amatan saya setelah membaca novel ini, berapa kerat sahaja doktor yang beragama Islam dan berbangsa Melayu, tetapi benar - benar mengaplikasikan ajaran Islam dalam pekerjaan mereka? Dari kewajipannya sebagai seorang individu muslim, keluarga muslim , masyarakat muslim ? Carilah jawapannya ya. (from http://khazanahrahsia.blogspot.com/2010/03/denyut-kasih-medik.html)

Saya bersetuju dengan ulasan Dr Basil Towil, Ketua Jabatan Ortopedik Hospital Serdang mengenai novel ini,

"Novel ini sesuai diijadikan rujukan bagi para doktor, dan staf hospital yang bertugas dalam konteks memahami cara aplikasi syariat di hospital. Saya mengesyorkan agar setiap doktor, staf hospital dan pelajar perubatan untuk memiliki novel ini, bahkan orang awam juga."

Juga ulasan oleh Prof. Madya Dr.Zamrin Dimon, Pakar Perunding Kardiotoracik, HUKM:

"Satu catatan pengalaman yang sangat baik dalam hidup. Tidak ada lagi bahan seperti ini. Boleh memberikan pengajaran dan pendidikan kepada pegawai perubatan, pesakit, dan masyarakat umumnya. Ianya juga membuka mata kepada masyarakat perihal kesungguhan staf kesihatan menjalankan tanggugjawabnya dalam konteks yang lebih luas iaitu kerja sebagai ibadah untuk mendapatkan keredhaan Allah."


Sedikit tentang penulis novel:

  • Dr.Farhan Hadi bin Mohd Taib, dilahirkan pada 5 Oktober 1983 di Kuala Krai, Kelantan. Beristerikan seorang novelis Islami, Fatimah Syarha bt Mohd Noordin. Mendapat pendidikan awal di SRK Banggol Guchil dan seterusnya menyambung ke SMK Sultan Yahya Petra 1, Kelantan dan Kolej Islam Sultan Alam Shah, Klang. Meneruskan pengajian dalam bidang perubatan di Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS). Mendapat housemanship training di Hospital Selayang. Kini bertugas sebagai Pegawai Perubatan Klinik Kesihatan Bagan Terap, Sabak Bernam. Merupakan Ahli Pemeriksa Kesihatan Jemaah Haji bagi tahun 2009. Bekerja sambilan di Hospital PUSRAWI, Jabatan Kecemasan Hospital Selayang dan merupakan kolumnis majalah Solusi.

-------------------------------------------------------------------------------------------------

I'm really not good at review..but this is all I can do..huhu..

Komen-komen lain tentang novel ini boleh dilihat di http://www.goodreads.com/book/show/7890152-denyut-kasih-medik#


p/s: Overseas students sangat digalakkan membaca, terutama Indonesia bound, sebab banyak short terms yang digunakan dalam perubatan di Malaysia, disebutkan dalam ni... simple terms je, tapi kalau yang simple terms ni pun kita tak tahu..hm tak tahula,huhu.. contohnya AOR, CPAP, CMR etc..

Bagus juga kalau nak bagi sebagai hadiah..

Apapun kesimpulannya, sangat rugi kalau tak baca~ .. (^^,)v

Wallahua'lam.

Memperingati tanggal 21 Ogos..

Ada apa dengan 21 Ogos?

21 Ogos adalah hari al-Quds sedunia.. Rememberance of al-Quds (ROQ). Ooo..tapi, apa yang terjadi pada hari ini? Ini dia...

Rememberance of al-Quds Day

Sesungguhnya, TANGGAL 21 Ogos merupakan tarikh yang amat penting dalam lipatan sejarah umat Islam. Apa tidaknya, Pertubuhan Persidangan Islam atau lebih dikenali dengan OIC lahir kerana insiden 21 Ogos. Apakah yang berlaku sehingga persidangan ini tercetus?

Pada 21 Ogos 1969, seorang lelaki berbangsa Australia bernama Dennis Michael Rohan telah membakar Masjid Al-Aqsa.Api menyala besar dan membakar tembok serta mimbarnya yang besar (mimbar Solahuddin).

Api marak dengan dahsyat sekali seolah-olah seluruh Masjid Al-Aqsa akan musnah ketika itu. Sehinggakan pihak bomba juga tidak hadir menghulur bantuan. Tetapi Allah s.w.t telah menyelamatkan Masjid Al-Aqsa dan melindunginya. Akhirnya api dapat dipadamkan.

Setelah itu orang-orang Yahudi membuat pengadilan pura-pura terhadap Rohan. Lucunya, Rohan mendakwa bahawa dia diutuskan oleh Allah untuk melakukan pembakaran itu, bersesuaian dengan berita dari Kitab Zakaria.

Apa yang menyedihkan kemudiannya ialah Yahudi membebaskannya dengan mengatakan Rohan 'gila', dengan kata lain, tidak waras.

Maka, atas sebab itu, Rohan tidak dapat dipertanggungjawabkan atas kejadian tersebut. Bertitik-tolak insiden menghinakan itu, negara-negara Islam di seluruh dunia bangkit mempertahankan tempat suci mereka dan mengecam perbuatan keji terhadap Al-Aqsa.

Maka sejak itu, 21 Ogos tanpa gagal diangkat sebagai Hari Al-Quds sedunia. Ia disambut sebagai tanda memperingati tragedi pembakaran masjid Al-Aqsa.

Tragedi tersebut merupakan catatan sejarah yang paling menyedihkan dalam sejarah umat Islam. Masjid Al-Aqsa yang begitu suci itu dihina sedemikian rupa.

Tidak menghairankan apabila semua umat Islam seluruh dunia 'terbakar' hati dan perasaan mereka kerana tindakan Rohan, pada 21 ogos 1969. Begitulah nasib Tanah suci umat Islam yang ketiga setelah dihuni oleh rejim Zionis.

Perlu diingatkan, isu Masjid Al-Aqsa ini ada hubung kait dengan hal-hal Palestin.

Maka selayaknya, isu Palestin ini merupakan isu yang dipertanggungjawabkan bagi sekalian umat Islam. Satunya kerana, kedudukan Masjid al-Aqsa sebagai Tanah Suci ketiga dalam Islam. Selebihnya ia merupakan kiblat pertama umat Islam selain menjadi bumi didiami para Nabi serta pusat pemerintahan dunia Islam seperti yang dirakamkan dalam hadis Rasulullah.

Bagi masyarakat bukan Islam, isu Palestin menggambarkan ketidakadilan dan kezaliman rejim terhadap bangsa Palestin yang perlu sama-sama dibela dan diperjuangkan.

Hari ini Palestin berada dalam tangan rejim Zionis yang telah merampasnya daripada tangan umat Islam.

Akibatnya, umat Palestin telah dihalau keluar, dizalimi, ditindas, dikambinghitamkan, dipenjarakan dan dibunuh. Nasib yang melanda umat Islam Palestin memerlukan pembelaan dari seluruh umat Islam.

Sebagai usaha pembelaan dan kepedulian, maka Hari Memperingati Al-Quds atau Remembrance of Al-Quds (ROQ) merupakan sebuah gagasan yang menjadi simbol solidariti umat Islam di Malaysia terhadap umat Palestin.

( from http://www.flickr.com/photos/mba83/3838368581/ )

---------------------------------------------------------------------------------


Sampai persoalan kita, KENAPA PALESTIN ? Ya! Kenapa Palestin yang sering menjadi rebutan, bukan negara-negara lain?


Tanah Rahmat

Bagi kedua-dua pihak Islam dan Yahudi, tanah yang didiami oleh Palestin dan Israel sekarang merupakan tanah yang istimewa, yang telah ditentukan oleh Allah sejak ribuan tahun lampau. Bagi umat Islam, di tanah inilah terbinanya Masjidil Aqsa, iaitu masjid ketiga paling mulia di dunia ini, setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Bagi penganut Yahudi pula, tanah tersebut merupakan 'Tanah Yang Dijanjikan Tuhan'kepada mereka. Di situlah nenek moyang mereka berasal (Bani Israel), dan disitulah kampung halaman mereka. Mereka percaya, di tanah itulah terletaknya Bukit Zion, dan situlah tertanamnya Temple of Solomon, iaitu kuil suci mereka.

Atas kedua-dua sebab inilah, tanah tersebut menjadi rebutan antara Muslim dan Yahudisejak dari dahulu, hinggalah membawa kepada pertumpahan darah sekarang.

Bagaimana dengan Kristian pula? Kristian juga, menganggap tanah tersebut sebagai tanah suci. Di Temple of Nazareth, yang terletak ditanah tersebut, merupakan tempat kelahiran Nabi Isa. Di tanah itulah Nabi Isa menyampaikan ajarannya, dan di tanah itu jugalah Nabi Isa disalib (mengikut kepercayaan Kristian).


Sejarah Awal

Sebenarnya sejarah bani Israel wujud sedari zaman Nabi Ibrahim lagi. Namun, kita susuri sedari kependudukan Bani Israel itu di Mesir, sepertimana yang diutuskan Nabi Musa a.skepada mereka. Kita tahu melalui al-Quran, bahawa Firaun dan tenteranya mengejar Nabi Musa dan kaumnya sehingga ke Laut Merah, di mana ketika itu Nabi Musa menggunakan mukjizatnya membelah dan menyeberangi lautan tersebut.

Setelah itulah Nabi Musa dan kaumnya Bani Israel mendiami tanah Palestin tersebut. Kita boleh baca sendiri dalam al-Quran, betapa kaum ini semakin lama semakin besar kepala, meminta yang pelbagai daripada Nabi Musa dan sebagainya. Kita juga boleh lihat kisah Talut dan Jalut yang berlaku setelah kewafatan Nabi Musa,sebagaimana yang diceritakan dalam al-Quran melalui surah al-Baqarah.

Setelah Talut menawan kembali tanah Palestin daripada kekuasaan Jalut, tampuk pemerintahan Palestin disambung pula oleh Nabi Daud.

Seterusnya disambung oleh Nabi Sulaiman, dengan bala tenteranya dan kegemilangan kerajaannya (termasuk haiwan,jin dan angin). Palestin dimiliki oleh Bani Israel, sehinggalah lebih kurang 60tahun sebelum kelahiran Nabi Isa.Pada tempoh ini, kerajaan Rom menekan kependudukan Bani Israel di tanah Palestin tersebut, sehinggalah akhirnya tanah Palestin dijarah oleh tentera Rom dan kaum Bani Israel diusir keluar lalu tersebarlah kaum Bani Israel, atau dikenali sekarang sebagai Yahudi, ke serata dunia. Sejak itu, tanah Palestin menjadi milik kerajaan Rom.

Sehinggalah setelah kelahiran Nabi Isa, seterusnya kewujudan agama Kristian. Lebih kurang pada tahun 300 Masihi, kerajaan Rom di bawah pemerintahan Raja Constantine yang menjadikan Constantinople sebagai pusat pemerintahan, mengalami Kristianisasi. Sejak dari tempoh tersebut, kerajaan Rom menguasai Palestin.


Kedatangan Islam

Palestin kekal di bawah milik kerajaan Rom sehinggalah kelahiran Nabi kita Muhammad s.a.w. Setelah Rasulullah berjaya menubuhkan empayar Islam, beliau wafat pada 632Masihi.

Empayar Islam semakin berkembang dan Palestin berjaya ditawan dari kerajaan Rom pada tahun 638 Masihi. Maka sedari itulah Palestin menjadi milik Islam, sebagai tanah suci yang ketiga selepas Makkah dan Madinah. Sepanjang tempoh tersebut, kerajaan Rom yang telah menjalani Kristianisasi mengalami pelbagai perubahan daripada sudut struktur pemerintahan. Bangsa-bangsa asal Eropah seperti Vikings, Magyar dan sebagainya dikristiankan, dan pemerintahan dikuasai oleh golongan gereja.

Sejak dari 1000 Masihi,tentera Kristian telah melakukan pelbagai usaha menawan kembali Palestin. Pada tahun 1063, Pope Alexander II memberikan 'fatwa' mengerahkan penganut Kristia nuntuk berjuang mendapatkan kembali Palestin, dan barangsiapa yang berjuang diberikan status kemuliaan dan pengampunan tertinggi. Itulah yang dikenalisebagai Perang Salib (Crusades). Akhirnya pada tahun 1099, tentera Salib berjaya menawan Palestin, dan menguasai tanahsuci tersebut selama hampir 200 tahun.

MenawanSemula

Setelah Palestin ditawan,kerajaan Islam yang sedia ada konflik dalaman pada ketika itu, semakin hilang semangat. Keadaan berlanjutan sehinggalah lahirnya seorang pemimpin agung, yang dikenali sebagai Salahuddin Al Ayyubi. Salahuddin Al Ayyubi, menyatukan masyarakat Arab yang ketika itu berpecah belah akibat perbezaan mazhab dan aliran, seterusnya membawa tentera Islam menyerang kembali Palestin. Akhirnya,pada sekitar tahun 1187, ibu negara Palestin berjaya ditawan, dan pada tahun 1291 kubu terakhir tentera Salib di tanah suci tersebut berjaya dimusnahkan.

Sejaki tulah tanah suci Palestin kekal di bawah pemerintahan Islam dengan aman damai. Malahan, penduduk asal Palestin iaitu Yahudi/Bani Israel dibenarkan pulang kekampung halaman mereka, walaupun masih ramai yang bermastautin di luar.Kerajaan Islam berkembang meluas, hinggalah masuk ke era pemerintahan Turki Uthmaniyyah.

Zaman Turki Uthmaniyyah mengalami kejatuhan sejak dari abad ke-19 lagi. Proses modenisasi semaki nberlaku, dan kebergantungan terhadap kuasa barat semakin wujud. Krisis-krisis dan konflik dalaman melemahkan lagi kekuasaan empayar Turki Uthmaniyyah.Khalifah pada masa tersebut hanyalah pada nama. Empayar Islam semakin lemah, dibawah kekuasaan barat seperti Britain dan Perancis.


Perang Dunia Pertama

Akhirnya, pada tahun 1914,tercetusnya Perang Dunia Pertama. Perang ini terdiri daripada dua kuasa besar; iaitu Pakatan Bertiga Britain-Perancis- Rusia menentang Pakatan Pusat iaitu Jerman dan Austria/Hungar. Setelah perang berterusan,negara-negara lain seperti Amerika Syarikat dan Itali menyertai Pakatan Bertiga, manakala Kerajaan Turki Uthmaniyah pula menyertai Pakatan Pusat.

Berada di bawah Pakatan Pusat, kerajaan Turki Uthmaniyyah diserang hebat oleh Pakatan BertigaBritain-Perancis- Russia. Kerajaan Islam Timur diserang dan ditawan oleh Britain. Kerajaan Islam Barat yang menjangkau hingga ke Algeria dan Sudan manakala negara-negara utara Afrika dikuasai oleh Perancis. Kerajaan Islam juga diserang dari utara oleh Rusia, menyaksikan Rusia menawan kawasan utara kerajaan Islam. Perlu diberi perhatian bahawa pada ketika ini, masih belum wujud negara bangsa dan kerajaan Islam disatukan di bawah satu pemerintahan khalifah, manakala setiap kawasan pula ditadbir oleh gabenor masing-masing.

Perpecahan Negara Arab

Pada ketika tempoh inilah, kerajaan Turki Uthmaniyyah mengalami konflik yang semakin hebat. Britain melalui perisiknya yang dikenali sebagai Lawrenceof Arabia, menyuburkan semangat nasionalisme di negara-negara Arab. Pejuang kebangsaan/nasional isme Arab pula menyerang kerajaan Turki Uthmaniyyah.Pemerintah Arab ketika itu, Emir Faisal I, berpaling tadah dan memihak kepada Britain. Sejak itulah kerajaan Arab menjadi tali barut Britain. Pada tahun1915, Britain mula menduduki kawasan Iraq. Akhirnya pada 1917, Britain menduduki semula kawasan Palestin.

Tentera Britain, diketuai General Allenby,memasuki Palestin pada 9 Disember 1917 lalu memberi ucapan, "Hari ini, Perang Salib sudah berakhir".

Pada 1917, Britain mengisytiharkan Deklarasi Balfour, iaitu perjanjian antara kerajaan Britain dengan ketua persatuan Yahudi Britain ketika itu, yang mana antaranya menjanjikan tanah Palestin kepada Yahudi. Penempatan Yahudi di Palestin meningkat, dari 50,000 penduduk sebelum itu kepada mencecah setengah juta penduduk, manakala penduduk Islam Palestin ketika itu hampir mencecah 1.4 juta.

Wakil daripada Yahudi ketika Deklarasi tersebut merupakan seorang Yahudi bernama Chaim Weizzmann.Weizzman juga merupakan seorang saintis, malahan saintis pertama yangmenghasilkan bahan kimia acetone,seterusnya acetone digunakan sebagai cordite, iaitu sejenis bahan letupa nyang menyumbang besar kepada kejayaan Britain dalam perang tersebut. Weizzman mendesak Setiausaha Luar Britain ketika itu, Arthur Balfour, supaya diadakan Deklarasi tersebut.

Dek terhutang budi ke atas sumbangan Weizzman, kerajaan Britain bersetuju. Pada mulanya, Britain menawarkan tanah di Uganda kepada Weizmann, namun Weizmann menolak dan mahukan Palestin. Dikatakan, Weizmann bertanya kepada Balfour:

"Encik Balfour, katakanlah saya menawarkan Paris dan London kepada encik, yang mana satukah yang encik mahukan?"

"Tetapi, kami sememangnya sudah memiliki London!"

"Betul itu, tetapi ketika London masih lagi sebuah kawasan paya, kami telah pun memiliki tanah Palestin!"

Akhirnya, British membenarkan kaum Yahudi berhijrah ke tanah Palestin. Pada tahun 1919, EmirFaisal I ketika itu pula menandatangani perjanjian antara beliau dengan Chaim Weizzmann, menyatakan sokongan sepenuhnya beliau dan kerajaan Arab kepada Deklarasi Balfour.

Pada tahun 1919, berakhirnya Perang Dunia Pertama.Kerajaan Islam Turki Uthmaniyyah menerima tamparan hebat setelah kehilangan kawasan-kawasannya yang luas, termasuklah Palestin. British dan Perancis mula menjalankan kolonisasi di tanah-tanah jajahannya. Bertitik tolak daripada situ wujudlah negara bangsa, apabila sempadan-sempadan digariskan memisahkan sempadan agama.


KejatuhanTurki Uthmaniyyah

Pada tahun 1918, tentera kolonial Britain menduduki pusat pemerintahan Turki Uthmaniyyah, iaitu Istanbul.

Pada tahun 1922, setelah tamat Perang Dunia Pertama, sebuah Persidangan Lausanne diadakan, yang antaranya mempunyai beberapa tuntutan seperti sistem khalifah ditamatkan, khalifah mestilah dibuang negeri, harta khalifah dirampas, dan kerajaan turki baru akan ditubuhkan atas dasar sekular.Ya, persidangan tersebut menjanjikan kemerdekaan ke atas negara Turki.

Seorang ahli Parlimen Turki pernah bertanya kepada Lord Curzon, ketua perunding pihak pakatan ketika itu,

"Kenapa hanya Turki dimerdekakan, sedangkan negara-negara Arab yang lain masih di bawah pemerintahan kolonial?"

Lord Curzon menjawab,"Hakikatnya Turki telah dimusnahkan dan tidak akan bangkit lagi, kerana kita telah menghancurkan kekuatannya - Khalifah dan Islam".

Dalangnya utamanya, Mustafa Kamal Attartuk. Dia mengeluarkan ugutan ke atas kabinet Turki ketika itu, lalu merombak parlimen sedia ada yang tidak bersetuju dengan persidangan tersebut. Parlimen kedua yang ditubuhkan juga tidak bersetuju dengan persidangan tersebut. Akhirnya, Mustafa Kamal Attartuk mengadakan konspirasi politik lalu merampas tampuk pemerintahan. 3 Mac 1924, kerajaan khalifah secara rasminya ditamatkan. Pada pagi hari tersebut juga, khalifah terakhir, Khalifah Abdu lMejid II, diusir keluar dan dibuang negeri. Mustafa Kamal Attartuk mengambil mengambil takhta, dan proses pengsekularan bermula.

Holocaust

Keadaan berterusan,sehinggalah naiknya seorang pemerintah Jerman ketika itu, iaitu Adolf Hitler.Ketika tercetusnya perang dunia kedua oleh beberapa sebab, Hitler melaksanakanpelan pemusnahan kaum yang dikenali sebagai ActionT4. Pelan ini merencanakan pembunuhan Euthanasia beramai-ramai keatas golongan tertentu, majoritinya Yahudi. Setelah tamat Perang Dunia Kedua, dianggarkan hampir seramai 6 juta Yahudi di seluruh Eropah mati dibunuh. Setelah mengalami kerugian yang besar, Britain berundur dari Palestin dan tanah-tanah jajahannya yang lain pada 1948.

Penglibatan Amerika Syarikat

Amerika Syarikat, selaku kuasa besar dunia setelah Perang Dunia Kedua, memainkan peranan penting dalam penubuhan negara Israel. Pada asalnya, Israel tidaklah wujud sebagai sebuah negara yang hakiki. Setelah Holocaust yang dilakukan oleh Hitler tamat, jumlah penduduk Yahudi yang ada adalah sedikit, serta mereka hidup dalam kesusahan danketakutan. Pada ketika itulah, Persatuan Yahudi Amerika mengutuskan tuntutan kepada Presiden Amerika Syarikat ketika itu, Harry Truman. Pada November 1947,tuntutan tersebut dibawa ke persidangan Persatuan Bangsa-bangsa Bersatu (PBB) lalu pemisahan Palestin dideklarasikan. Pada 16 May 1948, kerajaan sementara Israel ditubuhkan di Palestin, dengan sokongan dari PBB. Presiden Harry Truman menyokong sepenuhnya penubuhan Israel, maka wujudlah penempatan Israel di tanah Palestin sehingga kini. Presiden Israel yang pertama ialah Chaim Weizmann.

Palestin Sekarang

Sedari peristiwa Holocaust,ramai Yahudi berhijrah ke Amerika atas dasar terbuka negara tersebut terhada pmereka, serta ramai juga yang pulang ke tanah air di Israel. Yahudi di Amerikad iterima dengan tangan terbuka, bantuan dan pekerjaan diberikan kepada mereka atas dasar belas kasihan akibat Holocaust tersebut. Dari situlah, Yahudi di Amerika berkembang dan memegang tampuk ekonomi dan pentadbiran Amerika. Amerika, selaku kuasa besar dunia setelah Perang Dunia Kedua, memberikan sokongan tanpa putus-putus kepada negara Israel, yang didirikan di atas tanah Palestin yang dirampas secara haram.

Sehingga kini, Israe lterus-terusan menyerang Palestin dalam usaha meluaskan sempadannya. Palestin pula berjihad, dalam usaha menawan kembali Masjidil Aqsa. Sejak kerajaan khalifah Islam tumbang, tiada sesiapa lagi yang mahu menyokong Palestin. Negara-negara Islam yang lain tunduk takut dan akur kepada Amerika.

  • Sampai bila keadaan ini akan berakhir? Hanya dua; sama ada Palestin akan terus dihapuskan dan Masjidil Aqsa dimusnahkan dalam usaha mereka mencari Temple of Solomon, ataupun tertegaknya kembali kerajaan khalifah Islam yang menyokong perjuangan Palestin.

Di manakah kita? Kita boleh berdiam diri tidak berbuat apa-apa, sekaligus menjadikan kesudahan yang pertamatadi sebagai realiti.

Ataupun, kita boleh berusaha melakukan sedaya upaya menyokong perjuangan Palestin, yang membawa kepada kesudahan yang kedua.

Fikir-fikirkan. 

  • "Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan redha kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikut agama mereka. Katakanlah, sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya). Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah" (al-Quran, surah Al-Baqarah: 120)

Wallahua'lam.

Selamat Ulang Tahun Ayahandaku Tersayang

Tanggal 19 Ogos dua hari yang lalu, ayahandaku tersayang genap usia 62 tahun. Suatu usia yang orang lain seusia ayahku, sudah dikelilingi cucu.. Ayahku pun apa kurangnya hehe..alhamdulillah, ada 2 orang menantu perempuan, ada 4 orang cucu; satu lelaki, 3 perempuan. Cuma, orang lain mungkin sudah tidak bekerja...bermain atau menjaga cucu-cucu. Tapi ayahku, ya, sudah pencen, namun masih menyambung kerja lain untuk mendapat sumber tambahan selain diundang menjadi Imam tetap di masjid dekat rumah kami. Tapi kata ayah, dia memang bosan kalau tinggal sendiri rumah, kalau takde kerja nak buat.

Allah, Engkau menjadi saksi, kalau aku tiba-tiba berubah emosi mendadak, dari gembira teramat ke sedih yang sangat..sebabnya tidak lain dan tidak bukan, kalau di saat itu yang terlintas di fikiran aku adalah keluargaku, khususnya mak dan ayahku tercinta. Sungguh, melihat dan menginat jerih perih mereka memerah keringat dan tulang empat kerat di usia sebegini demi kami anak-anak tercinta, saya berasa seakan mahu berhenti belajar sekarang juga dan meminta mak ayah saya berhenti kerja. Cukuplah. Sudah hampir mencecah 40 tahun ayah berkerja demi kami.. Namun apa aku boleh buat, kalau nak kerja pun apalah sangat selagi belum ada ijazah di tangan. Ni yang tak sabar-sabar nak cepat-cepat habiskan pengajian di sini, supaya dapat cepat kerja dan boleh minta mak ayah rehat.. Tak payah kerja la mak,ayah.. ngah dah boleh sara mak ayah.. Bestnya kalau boleh cakap macam tu kat mak ayah...

Hmm.. selama belajar, banyak masa habis kat asrama, jadi habis belajar ni kalau boleh nak tinggal dengan mak ayah. Memang nanti kerja, HO nanti, sibuk dan penatnya bukan kepalang. Orang kata 2 hari sekali baru balik rumah. Takpelah, daripada 2 bulan sekali, atau 2 tahun sekali baru boleh tatap wajah mereka..Allah.. Usia mereka makin hari makin bertambah. Kesihatan mereka.. Aku hanya mampu bertawakal.. Doa yang tidak pernah aku lupa buat mereka ialah semoga mereka dimurahkan rezeki dan diberi kesihatan yang baik selalu, dan semoga Allah bagi aku kesempatan untuk membalas jasa mereka ketika hayat mereka masih ada. Aku bersangka baik pada Allah, bahawa Dia menerima doaku.. kerana aku yakin janji Allah bahawa Dia sesuai persangkaan hamba-Nya terhadapNya. Allah, pada-Mu aku berserah, pada-Mu aku bertawakal..

Ayah,
Hepi birthday ayah! Selamat ulang tahun.. Semoga dikurniakan rezeki dan kesihatan yang baik selalu, kesejahteraan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat, anak2 dan keturunan yang soleh solehah. Thank u so muchhh, for every single thing...
~ you raise me up, to more than I can be~
u are forever in our heart, love u always..
Semoga sentiasa dalam pemeliharaan-Nya, amiin..

Dan doaku lagi untumu ayah,

Ya Allah… hindarkan ayahku daripada segala kepayahan yang merungsingkan, pemikiran yang membingungkan dan pengalaman yg menyedihkan di sepanjang tahun2 yang akan datang ini. Kurniakan kepadanya keselamatan dalam pemeliharaan-Mu yang dapat melindungnya dari sebarang kejahatan, keburukan dan... kerunsingan. Ya Allah, panjangkan umurnya dalam keimanan, sihatkan tubuh badannya dengan kecemerlangan akal juga berikan dia kesenangan harta benda yang penuh keberkatan. Ya Allah, ampunkanlah segala kesalahannya, dan terimalah segala kebaikannya dan Rahmatilah kehidupannya dunia dan akhirat.. ameen.


Allah, Engkau juga menjadi saksi bahawa dirimulah ayah pada pandanganku satu-satunya lelaki zaman sekarang yang paling lembut hatinya terhadap isteri, anak-anak dan semua orang disekelilingnya. Allahuakbar, Subhanallah, itulah yang boleh aku ucap bila setiap kali melihat sendiri santunnya ayah.. Di saat dimarahi yang marahnya bukan biasa, ayah tetap lembut santun mengucap Astaghfirullah, dan kemudian beredar, atau ayah membalasnya dengan ayat-ayat yang berunsur jenaka sehingga yang memarahinya tadi tidak jadi marah malah ketawa dan ayah pun turut ketawa.. Allahuakbar.. Sungguh aku amat sangat bangga mempunyai seorang ayah yang sangat dan sangat penyabar. Kekagumanku pada akhlakmu, takqwamu, imanmu...hanya Allah menjadi saksinya. Ya Allah, andainya iman dapat diwarisi dari seorang ayah yang bertaqwa..kan best. Tapi kami anak-anaknya, Astaghfirullah, saya sendiri malu dan kasihan kat ayah ada anak macam ni, yang tidak mewarisi sifat-sifat dan iman seperti ayah =( Aku bukan berlebih-lebihan memujimu ayah. Hanya orang yang mengenalimu sahaja boleh percaya kata-kata anakmu ini..

Ayah, keranamu, aku disini...perubatan. Berkat doamu ayah yang soleh, aku berjaya sampai ditahap ini. Walau diri terasa kerdil berbanding teman-teman lain, tapi aku tetap bersyukur kerana diberi izin Allah berkat doamu, untuk terus tabah dibidang yang mencabar ini.
Ayah, tidak mampu aku menulis setiap pengorbananmu ayah. Tapi aku berjanji, akan kukenang ia sepanjang hayatku...

-----------------------------------------------------------------------------
Aku ingin berkongsi...'Yang tidak bisa diucapkan oleh Ayah'.. airmata tak malu2 turun baca benda ni..

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri,yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya...Akan sering merasa rindu sekali dengan ibunya..Lalu bagaimana dengan AYAH?

Mungkin kerana ibu lebih sering menelefon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata ayah-lah yang mengingatkan ibu untuk menelefonmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sekembalinya ayah dr bekerja dan dengan wajah lelah ayah selalu menanyakan pada ibu tentang khabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil.Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik basikal .Dan setelah ayah mengganggapmu sudah boleh menunggangnya, ayah akan melepaskan roda bantu di basikalmu .Kemudian Ibu bilang : "Jangan dulu ayahnya, jangan ditanggalkan dulu roda bantunya", itu kerana ibu takut puteri manisnya akan terjatuh lalu terluka....

Tapi sedarkah dikau? Bahwa ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagam umengayuh basikal dengan seksama kerana dia tahu puteri kecilnya PASTI mampu melakukannya.

Pada saat kamu menangis merengek meminta alat permainan yang baru, ibu menatapmu hiba.Tetapi ayah akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang" Tahukah kamu, ayah melakukan itu kerana ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi.

Saat kamu ditimpa sakit , ayah lah yang terlalu khawatir sampai kekadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di beritahu! kamu jangan minum air sejuk!".Berbeza dengan ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.Ketahuilah, saat itu ayah benar-benar mengkhuatirkan keadaanmu..

Ketika kamu sudah beranjak muda remaja..Kamu mulai menuntut pada ayah untuk mendapat keizinan keluar malam, dan ayah bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".Tahukah kamu, bahwa ayah melakukan itu untuk menjagamu? Kerana bagi ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasaberharga..Setelah itu kamu marah pada ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...

Dan yang datang mengetok pintu dan memujukmu agar tidak marah adalah ayah.Tahukah kamu,bahwa saat itu ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang teman lelaki mulai sering menelefonmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu,ayah akan memasang wajah paling cool sedunia.... :') ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang berbuall berdua di ruang tamu..Sedarkah kamu, kalau hati ayah merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.Maka yang dilakukan ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khuatir dan bimbang.Dan setelah perasaan khuatir itu berlarut - larut.Ketika melihat puteri kecilnya pulang larut malam hati ayah akan mengeras dan memarahimu..Sedarkah kamu, bahwa ini kerana hal yang di sangat ditakuti ayah akan segera datang? "Bahwa puteri kecilnya akan segera pergi meninggalkannya"

Setelah lulus SPM, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Doktor atau Engineer. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan ayah itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti.Tapi ayah tetap tersenyum dan menyokongmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan ayah.

Ketika kamu menjadi gadis dewasa.Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain.ayah harus melepaskanmu di bandar.Tahukah kamu bahwa badan ayah terasa kaku untuk memelukmu? Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasihat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati.Padahal ayah ingin sekali menangis seperti ibu dan memelukmu erat-erat.Yang ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT....kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu kesempitan wang untuk membiayai perbelanjaan semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah ayah. Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya boleh merasa sama dengan teman-temannya yang lain.Ketika permintaanmu bukan lagi sekadar meminta alat mainan yang baru, dan ayah tahu ia tidak mampu memberikan apa yang kamu inginkan...

Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : "Tidak.... Tidak boleh!" Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti ayah belikan untukmu".Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu berjaya sebagai seorang sarjana. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "puteri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang" Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada ayah untuk mengambilmu darinya.Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..Kerana Ayah tahu.....Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya....

Saat ayah melihatmu duduk di kerusi pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya mampu menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia..Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu ayah pergi kebelakang pentas pelaminan sebentar, dan menangis? Ayah menangis karena ayah sangat berbahagia, kemudian ayah berdoa....Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....Puteri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita solehah yang cantik....Bahagiakanlah dia bersama suaminya...rahmatilah kehidupan mereka Ya Allah"

Setelah itu Ayah hanya mampu menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....Ayah telah menyelesaikan tugasnya....Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu.Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU MAMPU" dalam segala hal..

Ana mendapatkan notes ini dari seorang sahabat, dan mungkin ada baiknya jika ana berkongsinya kepada sahabat-sahabat ana yang lain.Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah / Bapak / Papi kita...tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi dibalik hatinya.

Wallahua'lam


----------------------------------------------------------------------

Allah, semoga Engkau perkenankan doa-doaku, demi ibu bapaku ya Allah.. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar..ameen.

Lalang di kebun..

Allahuakbar. Kebun ni lama sungguh tak dijenguk! ish2.. ya Allah...hampir setahun! Maaf membiarkan kebun ni bersisa lalang-lalang..bukan apa, kebun ni lebih kepada catatan buat diri, sebagai kenangan hari-hari yang telah dilewati, untuk tatapan sendiri dikemudian hari..
InsyaAllah nak mula balik usaha membugarkan tanah kat kebun ni..biar segar bunga-bunga mata pena (walaupun tak berguna untuk orang lain) hehe.. Bunga-bunga untuk ketenangan diri ini sendiri juga insyaAllah :)

Kebun ni terbiar selepas 3rd year. Kami di Indonesia ni, sebelum masuk 4th year kena lalui dulu yang dipanggil Kerja Kuliah Nyata atau lebih senang dipanggil KKN je. KKN ni pendek ceritanya macam khidmat bakti kepada penduduk kampung. Kampung yang memang jauuuhhh dari pusat bandar. Kira-kira 5 jam perjalanan. Saya berhajat nak berkongsi jugak cerita dan pengalaman sepanjang 8 minggu berkampung di sana.. Insyaallah...akan mencari waktu untuk itu.

Kemudian, habis KKN, kami yang berjaya masuk ke 4th yr pula akan 'wisuda', iaitu grad. Pelajar medik di Indonesia memang special. hehe. Kami akan grad 2 kali. Pertama sebelum masuk ke alam klinikal atau lebih dikenali di sini sebagai alam 'ko-ass' (asal kata dari 'co-assisstant' ; ko-asistant kepada doktor MO) dan kami akan lebih dikenali sebagai 'doktor muda' dikalangan pesakit dan perawat :) Kemudian kali kedua wisuda aka grad ialah setelah selesai 5th yr, dimana kami sudah bergelar doktor! (Besarnya amanah tu!)
Selama hampir setahun saya di tahun empat, saya berhajat mahu berkongsi juga cerita dan pengalaman saya selama itu.. Insyaallah, akan ditunaikan..cuma cepat atau lambat saja.hehe.

Itulah yang terjadi sepanjang saya menyepi dari alam maya ini.. :)
Hajat di hati tak mahu lagi kebun ini tertinggal sepi.
Insyaallah sedaya upaya apa mampunya mengisi taman ini dengan berbagi pendapat dan pengalaman diri.

Sekian, buat masa ini..sampai jumpa lagi! ^^,

Wassalam.

Monday, October 5, 2009

Kerana Rahmat dan Kasih-SayangNYA

Saya nak kongsi lagu ini...sangat suka pada liriknya. Dan sungguh diri ini malu pada Allah..




Tuhan betapa aku malu
atas semua yang Kau beri
padahal diriku terlalu sering membuat-Mu kecewa

entah mungkin karna kuterlena
sementara Engkau beri aku kesempatan
berulang kali agar aku kembali
dalam fitrahku sebagai manusia untuk menghambakanMu
betapa tak ada apa-apanya aku dihadapan-Mu

aku ingin mencintai-Mu setulusnya,
sebenar-benar aku cinta
dalam do’a, dalam ucapan, dalam setiap langkahku

aku ingin mendekati-Mu selamanya
sehina apapun diriku
kuberharap untuk bertemu dengan-Mu ya Rabbi ….

~*~*~*~*~*~*~*~*

1-Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Walau betapa banyak dosa yang dilakukan, dan sentiasa melanggar larangan-Nya, tetapi Dia masih tetap memberi kita rahmat kasih-sayangNya. Memakbulkan do'a,permintaan2 kita..Memberi kita peluang berulang kali, untuk kembali pada jalan-Nya. Ighfirly ya Allah, ana faqir wa dhoif ilaika..

2-Di kesempatan ini, saya ingin memohon maaf kepada pembaca sekalian, jika ada salah dan silap, secara langsung atau tidak langsung, sengaja atau tidak sengaja...

3-Ramadhan 1430H sudah berlalu...apakah kita mendapatkan keampunan daripada ALLAH? Siapa tahu kalau Ramadhan lalu adalah yang terakhir buat kita? Dan semoga kita masih diberi peluang untuk bertemu Ramadhan seterusnya...saya sangat mahu bertemu Ramadhan lagi..

4-Aidilfitri masih berbaki. Jom puasa 6. Yuk!